Pemprov Kaltim Gelar Rakorda PPKB 2025 Di IKN, Fokus Sinkronisasi Program Kependudukan
NUSANTARA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Tahun 2025 di Swissotel, Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan visi dan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota se-Kaltim dalam pelaksanaan program pengendalian penduduk serta pembangunan keluarga.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3A Kaltim, Syahrul Umar, menyampaikan pentingnya Rakorda sebagai wadah sinkronisasi kebijakan agar program berjalan tepat sasaran dan terintegrasi dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJPD, RPJMD, dan Renstra.
"Kami ingin memastikan program KB dan pengendalian penduduk berjalan harmonis dan sesuai dengan peta jalan pembangunan kependudukan di Kalimantan Timur," ujar Syahrul dalam laporannya.
Dengan luas wilayah mencapai 129.067 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 4,1 juta jiwa, Kaltim menghadapi tantangan besar dalam pengendalian jumlah dan kualitas penduduk. Beberapa indikator utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan antara lain: Angka Kelahiran Total (TFR), Angka Kelahiran Usia Muda (ASFR 15-19 tahun), tingkat pemenuhan kebutuhan KB, tingkat kemiskinan, Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga), Indeks Lansia Berdaya, dan jumlah kampung keluarga berkualitas mandiri.
Rakorda PPKB 2025 diikuti oleh 60 peserta dari Bappeda/Bappedalitbang serta dinas pengampu urusan kependudukan dan KB dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Hadir secara daring Deputi Pengendalian Penduduk dari BKKBN, serta Deputi Sosial Budaya dan Pembangunan Masyarakat Otorita IKN, Alimudin.
Syahrul berharap hasil Rakorda ini dapat menjadi acuan bersama dalam menjalankan program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga di Kaltim.
"Rakorda ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas di Kalimantan Timur," pungkasnya. (adv diskominfo kaltim)
