Motor Masih Enak Dipakai? Belum Tentu Semua Komponennya Aman
POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Motor masih nyaman dipakai, tarikan masih oke, dan belum ada suara aneh? Eits, jangan langsung merasa semuanya aman. Ada beberapa komponen motor yang kondisinya bisa menurun secara perlahan tanpa langsung memberikan tanda yang bikin pengendara sadar.
Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, Yohanes Baptista menjelaskan, Kondisi seperti ini yang sering membuat pemilik motor berpikir, Nanti servis kalau sudah terasa rusak. Padahal, pemeriksaan berkala justru penting untuk mengetahui kondisi komponen sebelum masalahnya semakin besar.
"Salah satu contohnya adalah aki. Penurunan performa aki tidak selalu langsung membuat motor susah dinyalakan. Kondisinya bisa menurun secara bertahap dan baru terasa ketika kemampuan menyimpan dayanya sudah semakin berkurang," jelasnya.
Begitu juga dengan busi. Komponen kecil ini punya peran penting dalam proses pembakaran mesin. Saat kondisinya mulai menurun, motor belum tentu langsung mogok. Namun, performa pembakaran bisa ikut terpengaruh jika kondisi busi sudah tidak optimal.
Bagian lain yang juga perlu diperhatikan adalah filter udara. Kotoran yang menumpuk bisa menghambat aliran udara ke mesin. Masalahnya, perubahan performa biasanya tidak langsung terasa sehingga banyak pengendara menganggap bagian ini tidak terlalu penting.
Pada motor matic, V-belt dan komponen CVT juga tidak boleh dilupakan. Komponen tersebut bekerja setiap kali motor digunakan dan mengalami keausan seiring pemakaian. Meski motor masih bisa berjalan normal, pemeriksaan tetap dibutuhkan untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Begitu pula dengan kampas rem dan ban. Keausan keduanya berlangsung secara bertahap. Pengendara yang sudah terbiasa dengan karakter motornya bahkan terkadang tidak menyadari adanya perubahan kecil sampai kondisinya semakin menurun.
"Karena itu, servis motor sebenarnya bukan cuma soal memperbaiki bagian yang sudah rusak. Pemeriksaan rutin bisa menjadi langkah untuk mengetahui kondisi berbagai komponen yang mungkin belum menunjukkan gejala," tutur Yohanes.
Buat pengguna motor Honda, jangan tunggu sampai muncul suara aneh, tarikan berubah, atau motor susah dinyalakan baru pergi ke bengkel. Kalau jadwal perawatan sudah waktunya, lebih baik lakukan pemeriksaan sesuai rekomendasi.
Intinya, motor yang masih enak dipakai belum tentu semua komponennya masih dalam kondisi terbaik. Sama seperti tubuh, motor juga butuh âcheck-upâ meski belum merasa sakit.
"Jadi, daripada menunggu motor kasih kode lewat masalah, lebih baik kenali kondisinya lebih awal. Servis rutin bukan berarti motornya bermasalah, justru cara paling simpel buat mencegah masalah datang tiba-tiba," tutup Yohanes. (azr)
