Bupati Bulungan Minta OPD Percepat Realisasi Program, Capaian Pembangunan Belum Tembus 50 Persen
TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar mempercepat pelaksanaan program pembangunan tahun anggaran 2026. Hingga pertengahan tahun, realisasi sejumlah kegiatan dinilai masih rendah dan belum mencapai 50 persen.
Untuk menggenjot pelaksanaan program, Syarwani menginstruksikan para asisten daerah segera menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan (Rakordal) sebagai forum evaluasi capaian pembangunan selama semester pertama 2026.
"Saya sudah menugaskan para asisten dan dalam minggu ini kita akan segera melaksanakan rapat koordinasi pengendalian pembangunan yang dipimpin langsung oleh masing-masing asisten sesuai bidangnya," ujar Syarwani, belum lama ini.
Berbeda dari sebelumnya, Rakordal kali ini akan dilaksanakan secara parsial berdasarkan bidang masing-masing asisten agar evaluasi lebih fokus dan mampu menghasilkan langkah percepatan yang lebih efektif.
"Saya berharap Rakordal dilaksanakan sesuai bidang asistennya masing-masing sehingga kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait progres pembangunan," katanya.
Syarwani juga mewajibkan seluruh camat dan kepala OPD hadir dalam rapat evaluasi tersebut. Menurutnya, kehadiran para penanggung jawab program sangat penting agar setiap hambatan yang dihadapi di lapangan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusi.
"Teman-teman camat dan kepala perangkat daerah harus benar-benar hadir dan mengikuti proses evaluasi ini. Kita ingin melihat sejauh mana capaian program selama satu semester di tahun 2026," tegasnya.
Berdasarkan laporan Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), dari sekitar 3.000 kegiatan yang dialokasikan dalam APBD 2026, pelaksanaan pengadaan hingga pertengahan tahun belum mencapai separuh dari target.
"Saya mendapatkan update dari UKPBJ, dari kurang lebih 3.000 kegiatan program yang kita alokasikan di tahun 2026, belum sampai 50 persen yang sudah kita eksekusi melalui penyediaan maupun pengadaan," ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena waktu pelaksanaan program semakin terbatas. Meski demikian, Syarwani optimistis seluruh perangkat daerah masih memiliki kesempatan untuk mempercepat proses pengadaan hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
"Kita berpacu dengan waktu. Masih ada kurang lebih enam bulan ke depan untuk mengeksekusi mulai dari proses pengadaan sampai pelaksanaan kegiatan di lapangan," ujarnya.
Ia meminta seluruh OPD meningkatkan koordinasi dan mengawal setiap tahapan pelaksanaan program agar seluruh kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu.
"Saya berharap seluruh kegiatan yang sudah kita rencanakan dapat kita selesaikan dan tuntaskan paling lambat sekitar tanggal 20 sampai 25 Desember 2026," katanya.
Syarwani menegaskan, Rakordal tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga harus menghasilkan langkah-langkah konkret untuk mempercepat realisasi pembangunan serta mengatasi berbagai kendala yang menghambat pelaksanaan program.
"Kita ingin mendapatkan gambaran secara utuh dan memetakan langkah-langkah percepatan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan seluruh program yang sudah dialokasikan tahun 2026," pungkasnya. (DKIPBUL/ADV)
