Bulungan Gandeng Kampus Dan Perusahaan Kembangkan Kawasan Peternakan

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan dunia usaha untuk membangun kawasan peternakan terpadu sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan pengembangan kawasan peternakan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Kaltara, Universitas Borneo Tarakan serta PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN).

Menurut dia, penjajakan kerja sama itu kembali dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor PT PKN. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kesepahaman antara Pemkab Bulungan dan Unpad.

"Kemarin kita melakukan pertemuan di Kantor PT PKN untuk tindak lanjut penandatanganan kesepahaman bersama dengan Universitas Padjadjaran," kata Syarwani di Tanjung Selor.

Ia menjelaskan, pembahasan bersama Dekan Fakultas Peternakan Unpad dan jajaran manajemen PT PKN tidak hanya menyangkut pengembangan ternak, tetapi diarahkan pada penyusunan konsep kawasan peternakan yang dapat mendukung ketahanan pangan Bulungan secara lebih luas.

Syarwani menyebut lokasi milik PT PKN di Desa Apung memiliki potensi untuk dijadikan sebagai lokasi percontohan atau pilot project pengembangan kawasan peternakan.

"Kita harapkan salah satu proyek utama ke depan adalah pengembangan peternakan yang ada di Kabupaten Bulungan," ujarnya.

Agar rencana tersebut tidak berhenti pada tahap diskusi, Syarwani meminta perguruan tinggi, perusahaan dan organisasi perangkat daerah teknis segera menyusun roadmap yang lebih terukur, mulai dari konsep pengembangan hingga tahapan pelaksanaannya.

Kolaborasi tersebut, kata dia, juga akan diperluas dengan melibatkan Universitas Kaltara dan Universitas Borneo Tarakan sehingga pengembangan kawasan peternakan dapat ditopang oleh riset dan sumber daya akademik dari perguruan tinggi di daerah.

"Jadi ini sangat kolaboratif, termasuk juga dengan Universitas Kaltara dan Universitas Borneo Tarakan. Supaya nanti kita bersama-sama menyusun dan melaksanakan proyek pengembangan kawasan peternakan yang ada di wilayah PT PKN, di Desa Apung ini," katanya.

Dalam pembahasan, salah satu persoalan utama yang mendapat perhatian adalah jaminan ketersediaan pakan ternak. Menurut Syarwani, pengembangan populasi ternak tidak akan berjalan optimal apabila kebutuhan pakan tidak dipersiapkan sejak awal.

Karena itu, penguatan sektor peternakan juga harus dimulai dari sisi hulu dengan memastikan bahan baku pakan tersedia secara berkelanjutan.

Sejumlah komoditas seperti jagung, ikan dan dedak padi dinilai dapat dikembangkan sebagai bagian dari sumber bahan pakan ternak.

"Mudah-mudahan itu nanti akan menjadi sebuah ekosistem hulu dalam rangka mewujudkan ketersediaan pakan yang ada di Kabupaten Bulungan untuk konsumsi ternak," ujar Syarwani.

Melalui konsep tersebut, Pemkab Bulungan berharap kawasan peternakan tidak hanya menjadi sentra produksi ternak, tetapi berkembang menjadi ekosistem pangan yang terintegrasi dari penyediaan bahan baku pakan hingga produksi ternak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (DKIPBUL/ADV)

Share: