Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dew

Ternyata Ini Faktanya Di 10 Kabupaten/Kota Kaltim

Heboh Sekolah Libur Tapi MBG Tetap Dibagikan

SAMARINDA - Ramainya perbincangan di media sosial mengenai siswa yang diliburkan akibat kabut asap, sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, akhirnya mendapat kejelasan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Kebijakan pengalihan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi daring (online) diambil menyusul memburuknya kualitas udara di wilayah Kaltim akibat dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Berdasarkan data pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda pada Rabu (16/9/2026) pukul 16.00 Wita, kualitas udara di wilayah tersebut telah masuk kategori Sangat Tidak Sehat.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltim mengeluarkan kebijakan agar kepala satuan pendidikan memperkenankan pelaksanaan pembelajaran secara daring. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan dini terhadap kesehatan murid, pendidik, dan tenaga kependidikan dari paparan asap.

Dalam edaran tersebut, Disdikbud Kaltim juga menekankan bahwa kebijakan daring ini bersifat situasional. Pihak sekolah diminta terus berkoordinasi dengan orang tua untuk mengawasi siswa selama belajar di rumah. Pembelajaran tatap muka akan kembali digelar setelah instansi berwenang menyatakan kualitas udara sudah kembali aman.

Namun, penerapan kebijakan tersebut tidak seragam di seluruh Kaltim, karena menyesuaikan kondisi kabut asap di masing-masing daerah. Dari 10 kabupaten/kota, tiga daerah yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Bontang masih menggelar pembelajaran tatap muka (luring) secara penuh di sekolah. Dua daerah lainnya, Kutai Kartanegara (Kukar) dan Paser, menerapkan pola kombinasi, di mana sebagian sekolah tetap luring dan sebagian lainnya daring. Sementara lima kabupaten/kota sisanya telah sepenuhnya menerapkan pembelajaran daring atau belajar dari rumah.

Terkait pelaksanaan program MBG di tengah masa belajar daring yang banyak dipertanyakan warganet, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, memberikan klarifikasi. Ia memastikan program tersebut tidak dihentikan, melainkan disesuaikan.

"MBG adalah program pemerintah pusat. Secara keseluruhan MBG di Kaltim tetap berjalan seperti biasa" tegas Ririn.

Ririn menjelaskan, pernyataan Gubernur Kaltim soal beberapa sekolah yang sudah libur namun MBG tetap berjalan perlu dipahami secara utuh. Menurutnya, distribusi MBG yang tetap berjalan maksimal itu merujuk pada daerah yang sekolahnya masih aktif, yakni tiga daerah yang masih belajar luring penuh serta dua daerah yang menerapkan kombinasi luring dan daring.

"Jadi bukan berarti siswa diliburkan lalu MBG tetap dibagikan begitu saja. Distribusi tetap berjalan dan maksimal di daerah yang sekolahnya masih melaksanakan pembelajaran tatap muka," jelasnya.

Meski demikian, Ririn menggarisbawahi bahwa keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama. Pelaksanaan teknis pembagian MBG akan bersifat fleksibel mengikuti tingkat keparahan kabut asap di masing-masing wilayah.

Ia pun mengimbau masyarakat agar bijak dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. "Kami minta masyarakat lebih bijak dan memastikan informasi yang diterima utuh, agar tidak terjadi simpang siur di tengah situasi kabut asap seperti sekarang," pungkasnya. (densul)

Share: