Rudy Mas,ud: Infrastruktur Tidak Boleh Mangkrak Tanpa Kepastian
Penantian 13 Tahun Jembatan Nibung, Akhirnya Diresmikan Pemprov Kaltim
TIGA belas tahun, bukan waktu sebentar. Selama itu pula, warga Kaubun, Kutai Timur menantikan satu akses penting yang memudahkan mereka menembus dunia luar. Melalui tangan Rudy Mas'ud, Jembatan Nibung yang kelahirannya lama dinantikan, akhirnya terwujud.
Kaubun, Kutai Timur
Medio 2010 silam, pertumbuhan kondisi ekonomi di Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang kian pesat. Perkebunan dan hasil hutan adalah sektor utama penggerak rupiah di wilayah yang masuk administrasi Kabupaten Kutai Timur tersebut.
Tentu, infrastruktur menjadi hal penting guna menopang hasil perekonomian tersebut. Maka, pemerintah setempat melakukan studi kelayakan teknis, lingkungan dan sosial ekonomi guna membangun jembatan yang memudahkan warga setempat mendistribusikan hasil perkebunan dan hutan. Sekaligus memperpendek jarak tempuh dari dan ke luar Kaubun dan Sangkulirang.
Setelah selesai studi kelayakan di 2013, pada tahun setelahnya, dimulailah proyek Jembatan Nibung dengan rancangan awal sepanjang 150 meter. Namun, progres di lapangan jalan di tempat. Tidak ada kelanjutan pekerjaan.
Berbagai desakan dari legislatif agar proyek ini selesai, terus digaungkan. Terutama dari legislator dapil tersebut. Mereka menilai, jembatan ini menjadi poin penting akses transportasi bagi warga setempat.
Progres proyek ini lantas menjadi perhatian Pemprov Kaltim. Dengan guyuran mencapai Rp 176 miliar, Jembatan Nibung pada akhirnya dibereskan oleh Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Tepat pada Selasa 24 Februari 2026, Rudy Mas'ud meresmikannya.
Dalam sambutannya di lokasi peresmian, gubernur menekankan bahwa proyek ini memiliki nilai lebih dari sekadar beton dan aspal. “Jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi jembatan harapan. Ia membuka akses pertumbuhan ekonomi, memperluas peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya di hadapan warga Desa Kadungan Jaya, Kaubun, Kutai Timur.
Ditegaskannya, Jembatan Nibung merupakan jawaban atas keluhan warga mengenai sulitnya mobilisasi antarwilayah selama ini. Dengan kehadirannya, waktu tempuh dipastikan menjadi lebih efisien dan biaya distribusi barang serta jasa diharapkan semakin terjangkau bagi masyarakat kecil. “Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus benar-benar menjawab kebutuhan rakyat dan tidak boleh dibiarkan mangkrak tanpa kepastian,” imbuhnya.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan ini menelai biaya sebesar Rp176 miliar. Jembatan yang masuk Kelas A ini berdiri kokoh dengan bentang utama sepanjang 390 meter dengan lebar 11 meter. Juga dilengkapi jalan akses masing-masing sepanjang 135 meter dan 500 meter. Kehadirannya diproyeksikan menjadi jalur urat nadi strategis yang menghubungkan wilayah pesisir, termasuk memperlancar arus lalu lintas dari arah Berau hingga Kalimantan Utara. Jembatan Nibung sendiri berada di Desa Kadungan Jaya (Kecamatan Kaubun) - Desa Pelawan (Kecamatan Sangkulirang), Kabupaten Kutai Timur.
Tentu, warga setempat merasa bahagia atas peresmian ini. Farida, salah satu warga Kaubun pun tak pelak menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Kaltim. Belasan tahun penantian kehadiran Jembatan Nibung dibayar lunas oleh Rudy Mas'ud.
Diceritakannya, sebelum ada jembatan ini, dirinya musti sedia Rp 400 ribu untuk sekali penyeberangan kapal feri pergi dan pulang. Jika menggunakan jalur darat, jaraknya terlampau jauh, sekitar 140 kilometer, melalui Kecamatan Karangan. Menurutnya, itu tidak efisien dari segi waktu maupun BBM. (densul)

Rudy Mas'ud meresmikan Jembatan Nibung. (IST)