Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi. (ist)

Pemprov Tegaskan Pakai Dana Pribadi

Gubernur Kaltim Jalani Medical Check-up Di Singapura

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan klarifikasi terkait perjalanan Gubernur Kaltim ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan atau medical check-up. Penjelasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai perjalanan tersebut di media sosial Threads, Instagram, dan sejumlah media daring.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan perjalanan tersebut dilakukan karena kondisi fisik Gubernur belakangan kurang prima di tengah padatnya agenda pemerintahan.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sengaja dijadwalkan pada akhir pekan agar tidak mengganggu pelaksanaan tugas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Dengan penjadwalan tersebut, gubernur diharapkan dapat kembali menjalankan agenda pemerintahan pada hari kerja berikutnya.

Pemprov Kaltim juga menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi selama berada di Singapura ditanggung menggunakan dana pribadi gubernur, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).


Pemprov Kaltim Sampaikan Permohonan Maaf

Pemprov Kaltim memahami perjalanan tersebut menjadi perhatian publik, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang menantang serta situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membutuhkan penanganan serius.

Atas munculnya berbagai pertanyaan dan tanggapan masyarakat, Ririn menyampaikan permohonan maaf apabila perjalanan tersebut menimbulkan kekecewaan atau persepsi yang kurang berkenan.

Ia menegaskan bahwa kepekaan terhadap kondisi masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemprov Kaltim juga memastikan komitmennya untuk terus menjalankan roda pemerintahan, menjaga kualitas pelayanan publik, serta menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk penanggulangan karhutla.

Klarifikasi tersebut, lanjutnya, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk bersikap terbuka dan bertanggung jawab terhadap informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Pemprov Kaltim berharap penjelasan tersebut dapat memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan gubernur ke Singapura. (densul)

Share: