• index
  • Pojok Utama
  • Diskominfo Kaltim: Lindungi Anak Dari Jerat Pornografi Dan Judi Online

Diskominfo Kaltim: Lindungi Anak Dari Jerat Pornografi Dan Judi Online

SAMARINDA - Dunia digital tak selalu ramah bagi anak-anak. Di balik kemudahan akses informasi dan hiburan, terselip ancaman serius: konten pornografi dan judi online. Fakta inilah yang mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur untuk mengingatkan pentingnya literasi digital sejak usia dini.

Pesan itu ditegaskan Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, saat menjadi narasumber dalam Seminar Hari Anak Nasional yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim, Kamis (7/8/2025). Bertempat di Aula Kesbangpol Samarinda, seminar mengangkat tema: Pencegahan Pornografi pada Anak di Era Digital.

"Anak-anak hari ini adalah generasi digital native. Mereka lahir dan tumbuh bersama teknologi, tapi itu juga berarti mereka terpapar risiko yang tak kecil," ujar Faisal.

Akses Mudah, Risiko Besar

Faisal menyebutkan, dari 229 juta pengguna internet di Indonesia, mayoritas mengakses lewat ponsel dan sebagian anak-anak bisa menghabiskan lebih dari 10 jam sehari online. Lebih mencemaskan lagi, sekitar 10 persen pengguna mengaku pernah mengakses situs pornografi, sementara 5 persen lainnya terlibat dalam situs judi online.

"Ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal siapa yang mendampingi mereka," kata Faisal, yang juga Ketua Umum Asosiasi Diskominfo Provinsi se-Indonesia.

Menurutnya, pendampingan orang tua dan keluarga adalah kunci. Ia mendorong orang tua menjadi "teman digital" anak, bukan sekadar pengawas. Gunakan parental control, batasi waktu layar, dan ajak bicara soal bahaya dunia maya, pesannya.

Sekolah dan Pemerintah Harus Turut Aktif

Selain keluarga, lembaga pendidikan juga punya peran strategis. Literasi digital harus masuk kurikulum, dan guru perlu dibekali kemampuan mendidik anak agar cerdas dan waspada secara digital.

"Pemerintah sudah punya regulasi, tapi itu belum cukup. Harus ada kolaborasi antarinstansi, sekolah, komunitas, dan keluarga," tegasnya.

Faisal menekankan, melindungi anak dari konten digital berbahaya adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kalimantan Timur.

"Kalau kita abai hari ini, maka kita sedang menciptakan generasi yang rapuh di masa depan," pungkasnya. (adv diskominfo Kaltim)

Share: