Telat Ganti Oli Bisa Bikin Motor Boros BBM, Benarkah?

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Buat yang tiap hari pakai motor Honda buat kerja, kuliah, antar-jemput, atau sekadar keliling kota, ganti oli jangan sampai kelewat. Kelihatannya sepele, tapi oli punya peran penting buat menjaga mesin tetap bekerja dengan baik.

Seiring pemakaian, oli bisa tercampur debu, kotoran, dan sisa hasil kerja mesin. Kalau sudah terlalu lama dipakai, kemampuan oli untuk melumasi dan membantu mengontrol panas mesin bisa menurun.

Efeknya mulai terasa dari hal-hal sederhana. Tarikan motor bisa terasa lebih berat, respons mesin menurun, dan mesin lebih cepat panas. Kalau terus dibiarkan, gesekan antar komponen mesin juga bisa semakin besar dan mempercepat keausan.

Bukan cuma itu, mesin yang bekerja lebih berat juga bisa membuat konsumsi BBM ikut meningkat. Jadi, telat ganti oli bukan cuma berisiko bikin motor kurang nyaman, tapi juga bisa bikin pengeluaran makin besar.

Makanya, pemilik motor Honda sebaiknya mengikuti jadwal penggantian oli sesuai Buku Pedoman Pemilik. Jangan hanya mengandalkan feeling atau menunggu motor terasa bermasalah.

Untuk motor Honda, gunakan AHM Oil yang memang diformulasikan untuk mesin Honda. Setelah itu, jangan lupa lakukan servis berkala di jaringan AHASS agar kondisi mesin dan komponen lainnya ikut dicek oleh teknisi sesuai standar Honda.

Bagi konsumen di Kalimantan Timur, Astra Motor Kaltim 2 juga terus mengingatkan pentingnya perawatan berkala agar motor Honda tetap nyaman dan siap menemani aktivitas harian.

Intinya, jangan tunggu mesin kasih kode baru ganti oli. Rawat rutin, motor tetap nyaman, BBM lebih terkontrol, dan perjalanan pun lebih tenang. (azr)

Share: