Motor Injeksi Tiba-Tiba Brebet Dan Ngempos? Ikuti Tips Anti Ribet Ini
POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Pernah lagi santai naik motor, begitu tuas gas dibuka malah terasa brebet? Bukannya ngacir, motor justru tersendat-sendat. Kondisi seperti ini jelas bikin nggak nyaman, apalagi kalau terjadi saat sedang butuh akselerasi.
Pada motor injeksi, brebet biasanya terasa ketika motor mulai berakselerasi atau saat gas dibuka. Kalau dibiarkan, performa motor bisa menurun, tarikan terasa berat, bahkan mesin berpotensi tiba-tiba mati.
Penyebabnya ternyata nggak selalu karena motornya sudah tua. Salah satu yang cukup sering menjadi perhatian adalah kualitas bahan bakar. Bahan bakar yang kualitasnya kurang baik bisa membuat proses pembakaran tidak optimal. Endapan kotoran juga berpotensi mengganggu kerja injektor dan membuat suplai bahan bakar ke ruang bakar tidak maksimal.
Selain bahan bakar, sensor pada sistem injeksi juga punya peran penting. Motor injeksi menggunakan sejumlah sensor untuk membantu mengatur proses pembakaran, termasuk sensor O2 dan sensor udara. Kalau salah satu sensor mengalami gangguan, informasi yang diterima sistem bisa tidak optimal sehingga proses pembakaran ikut terdampak.
Kemudian ada ECU atau Engine Control Unit yang bisa dibilang sebagai pusat kendali sistem elektronik pada motor injeksi. ECU mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan sistem pembakaran, termasuk suplai bahan bakar dan campuran udara. Jika terjadi masalah pada ECU, sistem injeksi juga bisa ikut terganggu dan membuat performa motor tidak maksimal.
Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, Yohanes Baptista, mengatakan gejala brebet sebaiknya tidak dibiarkan karena bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pembakaran.
"Kalau motor mulai terasa brebet, tarikan tidak responsif atau muncul gejala yang berbeda dari biasanya, sebaiknya jangan langsung diabaikan. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk mengetahui penyebabnya, karena gangguan bisa berasal dari beberapa bagian dalam sistem injeksi," ujar Yohanes.
Biar motor nggak gampang brebet, langkah pencegahannya sebenarnya cukup simpel. Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi motor dan pilih bahan bakar berkualitas. Filter udara juga perlu diperiksa secara rutin supaya udara yang masuk ke sistem pembakaran tetap bersih dan optimal.
Yang nggak kalah penting, jangan malas melakukan perawatan berkala di AHASS. Teknisi dapat melakukan pemeriksaan sistem injeksi menggunakan peralatan khusus sehingga kondisi komponen bisa diketahui dengan lebih jelas.
Honda juga memberikan garansi untuk komponen PGM-FI atau sistem injeksi selama 5 tahun atau 60.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu, sesuai ketentuan garansi yang berlaku.
Jadi, kalau motor mulai brebet, jangan tunggu sampai tarikan makin parah atau mesin mati di tengah perjalanan. Lebih baik segera diperiksa agar penyebabnya bisa diketahui dan motor kembali nyaman digunakan. (azr)
