Jangan Tunggu Rusak Parah! Ini Penyebab CVT Motor Bisa Selip

POJOKALTIM.CO.ID, SAMARINDA - Pernah gas motor matic tapi tarikannya terasa loyo atau tenaga seperti nggak sampai ke roda? Bisa jadi CVT motor sedang mengalami selip.

CVT atau Continuous Variable Transmission punya peran penting dalam menyalurkan tenaga mesin ke roda. Kalau ada komponen yang bermasalah, performa motor bisa ikut terganggu.

Salah satu penyebabnya adalah kopling yang sudah aus. Kondisi ini membuat hubungan mesin dan transmisi tidak maksimal sehingga motor terasa kurang bertenaga. Kemudian ada V-belt yang aus atau terlalu longgar, padahal komponen ini menjadi salah satu bagian penting dalam transfer tenaga di sistem CVT.

Roller yang sudah aus juga bisa bikin kerja CVT tidak optimal. Roller berperan mengatur perubahan diameter pulley sesuai putaran mesin. Kalau kondisinya sudah tidak baik, proses penyaluran tenaga bisa ikut terganggu.

Selain itu, kotoran yang menumpuk di area CVT juga jangan dianggap sepele. Debu dan kotoran bisa mempercepat keausan komponen dan meningkatkan risiko CVT selip. Makanya, servis CVT secara rutin tetap penting.

Yang juga wajib diwaspadai adalah kebocoran oli. Oli mesin atau oli gardan yang masuk ke area CVT bisa mengenai pulley dan V-belt sehingga permukaannya menjadi licin dan memicu selip.

"Kalau tarikan motor mulai terasa tidak normal atau muncul gejala selip, sebaiknya jangan langsung dipaksakan. Pemeriksaan sejak awal penting untuk mengetahui kondisi komponen CVT dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh," ujar Ignatius Nindyatama, Technical Service Manager Astra Motor Kaltim 2.

Kalau motor mulai terasa selip, jangan tunggu sampai performanya makin turun. Segera lakukan pemeriksaan di bengkel AHASS agar kondisi CVT bisa dicek dan ditangani teknisi Honda. Motor nyaman, perjalanan pun lebih aman. #Cari_Aman. (azr)

Share: