Indikator Aki Motor Menyala, Harus Langsung Ganti? Ini Penjelasannya
POJOKALTIM.CO.ID, BALIKPAPAN - Pernah lagi mau jalan, tiba-tiba lampu indikator aki di panel meter motor menyala? Jangan langsung panik atau buru-buru berpikir motornya rusak parah. Ada beberapa hal yang perlu dicek untuk mengetahui penyebabnya.
Indikator aki yang menyala biasanya bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu arus listrik yang tidak stabil atau kondisi aki yang mulai melemah. Arus listrik yang belum stabil bisa terjadi ketika mesin masih dalam kondisi dingin atau daya aki belum sepenuhnya terisi. Kondisi seperti ini bahkan bisa terjadi meski aki yang digunakan masih baru.
Namun, kalau masalahnya memang karena aki sudah lemah, solusinya tentu berbeda. Aki yang sudah tidak mampu menyimpan dan menyuplai daya dengan baik perlu segera diganti.
Buat motor yang sudah dilengkapi speedometer digital dengan informasi tegangan aki, pemilik juga bisa melakukan pengecekan sederhana. Saat mesin mati, tegangan aki normal umumnya berada di kisaran 12,3 sampai 12,6 volt. Sementara ketika mesin menyala, tegangannya berada sekitar 13,7 sampai 14,2 volt.
Jika tegangan aki berada di bawah 12,4 volt, aki bisa dilakukan pengisian daya terlebih dahulu agar kembali ke kondisi normal. Tetapi kalau setelah dilakukan pengecasan kondisinya tetap tidak normal, aki sebaiknya segera diperiksa dan diganti bila memang sudah tidak layak digunakan.
Manager Parts Astra Motor Kaltim 1, Yohanes Baptista, mengingatkan pemilik motor agar tidak menunggu aki benar-benar mati sebelum melakukan pemeriksaan.
"Pemilik sepeda motor sebaiknya tidak mengabaikan tanda-tanda aki mulai melemah. Kalau sudah muncul gejala seperti starter sulit, klakson melemah atau lampu mulai redup, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan agar tidak mengganggu aktivitas berkendara," ujar Yohanes.
Nah, sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa jadi alarm kalau aki motor sudah mulai minta perhatian. Pertama, mesin mulai sulit dihidupkan, terutama setelah motor cukup lama tidak digunakan. Kondisi ini bisa menunjukkan daya aki sudah menurun sehingga tidak cukup kuat untuk membantu menghidupkan mesin.
Kedua, tombol electric starter ditekan tetapi motor tidak memberikan respons atau hanya terdengar bunyi âklikâ. Ini juga bisa menjadi tanda daya aki sudah melemah.
Ketiga, suara klakson mulai kecil. Kalau biasanya klakson terdengar nyaring tapi sekarang malah terdengar loyo, jangan langsung menyalahkan klaksonnya. Bisa saja suplai listrik dari aki sudah tidak maksimal.
Keempat, usia aki sudah sekitar dua tahun atau lebih. Masa pakai aki memang bisa berbeda tergantung jenis aki, kualitas, kondisi motor dan pola pemakaian. Namun, semakin lama digunakan, kemampuan aki dalam menyimpan daya juga bisa menurun.
Kelima, coba perhatikan lampu motor. Kalau cahaya lampu terlihat lebih redup dari biasanya, kondisi kelistrikan termasuk aki perlu diperiksa.
Jadi, jangan tunggu sampai motor benar-benar nggak bisa distarter baru ingat aki. Kalau sudah muncul beberapa tanda tadi, lebih aman segera lakukan pengecekan.
Untuk memastikan kondisi aki dan komponen kelistrikan lainnya tetap prima, pemilik motor bisa melakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala di AHASS terdekat. Buat yang nggak mau antre, tersedia juga layanan booking service serta layanan kunjung AHASS sesuai ketersediaan.
Karena urusan aki memang sering dianggap sepele. Padahal kalau sudah benar-benar drop, bisa bikin rencana perjalanan yang tadinya lancar berubah jadi drama. (azr)
