81 Desa Dan Kelurahan Di Bulungan Didorong Jadi Pusat Data Pembangunan

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mulai memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa dan kelurahan. Sebanyak 81 desa/kelurahan ditetapkan sebagai Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Cantik).

Pencanangan tersebut dilakukan di Halaman Kantor BKPSDM Kabupaten Bulungan, Tanjung Selor, Senin (20/7/2026). Program ini diarahkan untuk memastikan data yang digunakan pemerintah dalam menyusun kebijakan benar-benar akurat dan sesuai kondisi di lapangan.

Dari jumlah tersebut, terdiri atas 74 desa dan tujuh kelurahan. Para kepala desa yang mengikuti retret kepala desa se-Kabupaten Bulungan pada 19-23 Juli 2026 juga menjadi bagian dari proses awal pembinaan program tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Bulungan Yuda Agus Irianto mengatakan program Desa/Kelurahan Cantik bertujuan meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam memahami, mengelola dan memanfaatkan data statistik.

"Program Desa Cantik untuk meningkatkan literasi, pengelolaan, dan pemanfaatan data statistik di tingkat desa/kelurahan dengan tujuan agar pembangunan berbasis data yang akurat, tepat sasaran serta berkelanjutan," ujar Yuda.

Menurutnya, pembinaan tidak berhenti setelah pencanangan. BPS akan memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar desa dan kelurahan mampu menghasilkan serta mengelola data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Selain meningkatkan kemampuan pengelolaan data, program tersebut juga diharapkan menciptakan keseragaman dalam penyajian dan publikasi data di tingkat desa maupun kelurahan.

Dengan adanya data yang lebih seragam dan terpercaya, pemerintah akan memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi masing-masing wilayah sebelum menentukan program pembangunan.

"Kita berikan pembinaan nantinya di dalam retret kades yang diselenggarakan Pemkab Bulungan dan juga kita melakukan pembinaan serta pendampingan secara berkelanjutan," kata Yuda.

Ia menjelaskan, Desa/Kelurahan Cantik merupakan inisiatif BPS yang diarahkan untuk memperkuat ketersediaan data dari tingkat paling bawah. Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu sumber informasi dalam mendukung perencanaan pembangunan.

Bupati Bulungan Syarwani menyambut baik pencanangan tersebut. Ia meminta seluruh kepala desa dan lurah memberikan dukungan penuh agar program nasional tersebut dapat berjalan di seluruh wilayah Bulungan.

Menurut Syarwani, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas informasi yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

"Ini menjadi sangat penting dalam kita menemukan dan mendapatkan data-data supaya nanti arah kebijakan yang dibuat itu sejalan dengan kondisi data-data yang ada di wilayah desa-desa yang ada di Kabupaten Bulungan," ujarnya.

Ia menilai penguatan data di tingkat desa dan kelurahan akan membantu pemerintah menghindari kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Karena itu, Syarwani meminta pemerintah desa dan kelurahan tidak melihat program Cantik sekadar sebagai kegiatan pendataan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun sistem perencanaan yang lebih tepat sasaran.

"Program Cantik ini menjadi bagian dari program nasional yang dilaksanakan oleh BPS Bulungan yang tentu menjadi kewajiban kita baik di pemerintah daerah maupun pemerintah desa se-Kabupaten Bulungan menyukseskan program ini," katanya.

Dengan pencanangan 81 desa dan kelurahan tersebut, Pemkab Bulungan berharap budaya pengelolaan data semakin kuat dari tingkat desa. Data yang akurat diharapkan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan sekaligus memastikan program pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. (DKIPBUL/ADV)

Share: